Jan 142008
 

      Liputan Acara Perpisahan PPM

Oleh : Farah Aisyah dan Rose Familia

Wartawan santri Darunnajah.com

Pandeglang/DN.Com Dimana ada pertemuan,disitu juga ada perpisahan. Begitu juga dengan tahun PPM ini. Kebetulan sekali kami mengunjungi perpisahan antara siswa/i dan majelis guru SDN Pandat 1 dengan peserta PPM putra dan perpisahan antara masyarakat desa Kadukaso dengan peserta PPM putri. Jika di Pandat terasa lebih resmi dan eksklusif,perpisahan di Kadukaso lebih semarak dan meriah.

         Perpisahan di Pandat diselenggarakan pada jam sekolah. Perpisahan semi formal tersebut diisi dengan sambutan-sambutan dari ketua kelompok santriwan peserta PPM dan pembimbingnya,majelis guru,dan juga tokoh masyarakat setempat,dilengkapi pula dengan penampilan-penampilan dari siswa/i hasil latihan yang pernah diajarkan oleh peserta PPM setempat. Setelah acara ditutp dengan bersalam-salaman dan doa, siswa/i beserta majelis guru SDN Pandat 1 dipersilahkan mengisi lembar kesan dan pesan untuk peserta PPM.

       Lain halnya di desa Kadukaso. Acara digelar di malam hari ditengah-tengah masyarakat. Selain pengumuman-pengumuman hasil pelombaan dan pembagian hadiah,anak-anak dari desa Kadukaso juga menampilkan kreasi-kreasi yang mengundang gelak tawa,decak kagum,serta perasaan haru. Masyarakat sekitar terlihat merasa sangat berat berpisah dengan peserta PPM.

"Kok kakaknya cepet-cepet banget ya disini. Kita 'kan seneng diajarin sama kakak-kakak disini.",tutur Usep,salah seorang anak kecil yang aktif di desa kadukaso.

       Peserta PPM pun merasa berat meninggalkan Pandeglang."Disini tuh enak banget. Masyarakatnya ramah,baik,dan kompak lagi. Untuk acara malam perpisahan ini, warga disini sangat membantu sekali. Mereka semua membantu mencarikan panggung dan sound system. Pokoknya kami sangat senang dan berterima kasih sekali kepada masyarakat disini. Berat rasanya meninggalkan Pandeglang.",tutur Ratih Sri Intan,salah satu anggota PPM di desa Kadukaso.

      Perasaan berat juga tercermin dari seorang tokoh masyarakat di desa Kadukaso."Ya… kok sebentar sekali ya. Tapi 'kan mau gimana lagi,Cuma dikasih waktu segini oleh Darunnajah. Padahal kehadiran santriwati disini sangat membantu di segala bidang.", tuturnya lirih.

 Perpisahan memang menyedihkan,namun sesungguhnya di balik semua itu ada hikmah yang tersembunyi.

"Kak,kalau ada PPM lagi,disini lagi ya,kak. Kita tunggu.",pesan salah satu anak di desa Pandat.

Selamat jalan,kakak……. 

 Leave a Reply

(required)

(required)

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>